B2W = Adventure

Bike to Work is Adventure…

Rosela for CFD

Perasaan hepi dan bersemangat begitu kuat setiap kali gue naik sepeda ke kantor. Bahasa londo-nya Bike to work (baik tu werk). Masalah ekonomi bukan alasan utama gue ber-b2w, tapi lebih sekedar bentuk demonstrasi dan unjuk rasa gue terhadap ‘impotensi’ penguasa menghadapi ‘penetrasi’ kendaraan bermotor yang kian memadati jalan kota Jakarta. (hahaha… minjam kata-kata jurnalis kondang 🙂 )

Jalanan kota Jakarta sudah penuh dan padat membuat sesak. Derum mesin kendaraan bermotor menambah siksa. Mulai dari motor jaman penjajahan sampai motor kinclong bermerk yang baru gue liat. Mobil branded mulus-mengkilap bak abege sampai metro mini reot-peot bak nenek-nenek keriput yang sering batuk2.

Keanekaragaman yang sama sekali tidak patut dibanggakan. Namun, kerasnya hidup di jalan raya kota Jakarta gak ngurungkan niat gue untuk terus ber-b2w. Kenapa? karena sejak gue gowes pertama kali, gue ngerasa seperti seorang petualang, seorang Indiana Jones, hehehe… Ya, setiap kali gowes gue merasakan petualangan baru.

Berada di jalan raya seolah-olah berada di hutan besi yang sewaktu-waktu binatang liarnya siap menerkam, menyeruduk atau mungkin hanya sekedar menyenggol. Metro mini ibarat cumi-cumi besi raksasa yang selalu siap menyemprotkan tinta hitamnya yang sangat beracun tatkala ia ‘ngeden’ tak mau didahului. Pengendara motor yang ugal-ugalan ibarat tikus gorong-gorong dekil yang terus mencari celah jalan untuk menyerobot dan bergerak maju, ngacir menjadi yang terdepan. Kadang kala mereka seperti tak peduli kepada pesepeda ‘kaum kecil’ sehingga menganggap kita sebagai kompetitor tuk berebut celah. Belum lagi ditambah eksistensi bajaj (bukan bajuri) yang ikut menyesakkan dada dan telinga dengan asap dan suaranya yang menggelegar seakan-akan tak mau kalah dengan buyutnya metro mini.

Mampu survive di jalan dan sampai tujuan dengan selamat berasa seperti memenangkan pertarungan dengan happy-ending. Baju basah karena keringat, wajah hitam kena semprot knalpot dan bau badan menjadi bukti keberhasilan perjuangan. Kalau gue Dora, maka pastilah gue akan bernyanyi, “berhasil..berhasil… horeee..”

Bagian mana yang paling kamu sukai? Ya, gue juga suka itu. Yang paling gue sukai adalah ketika gue mampu gowes dengan santai melewati semua kendaraan lain yang terjebak macet. Motor keren atau mobil mewah branded ber-AC terlihat lebih buruk dibandingkan sepeda bututku disituasi itu. Apalagi kalo cuman dibandingkan dengan bandot metro mini. Mmmm… feels like a champion 🙂

So guys, itulah salah satu kenikmatan yang selalu gue rasakan ketika benda diantara selangkanganku itu kumainkan, bersepeda ke kantor, baik tu werk.

Sirun
Go-west with love

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *