Shalat Pertama

Sayup-sayup adzan terdengar merdu nan indah.

Kulihat dua orang tua yg sangat ku cintai membuka pagar hendak keluar rumah.

Sepintas terlihat sejadah dan abaya (rukuh) di tangan mereka.

Hatiku tergetar. Tiba-tiba rasa senang bercampur ragu dan tanda tanya menyeruak…

Benarkah apa yg sekarang ada di pikiranku? Akankah ini jawaban dari semua doa-doaku?

“Mau kemana Yah…?” Tanyaku dengan suara sedikit bergetar.

“Mau sholat…” jawabnya sambil tersenyum.

Jantungku tiba-tiba meningkatkan ritmenya seiring rasa penasaran yg kian membuncah.

“Sholat di mana Yah…?

Pertanyaan itu langsung meluncur cepat berharap jawabannya menjadi penegasan akan harapanku selama ini.

“Di Masjid depan…”

Aku terpaku seakan tak percaya. Alhamdulillaah, hatiku memekik.

Seakan tak percaya, kutatap mata tuanya lamat-lamat dgn wajah sumringah.

Beliau membalas dgn senyuman yg bertambah lebar disertai tatapan mata yg bersinar seakan-akan menjawab keraguanku.

“Alhamdulillaah…” batinku berteriak keras tak terdengar.

Langsung kupeluk tubuh kecilnya yg mulai renta. Kudekap erat, erat sekali seiring tangisan bahagiaku.

Kubiarkan Ibu disamping beliau tersenyum haru, ikut larut melihat air mataku yg terus mengalir ditambah suara sesenggukan yg terdengar lirih.

Alhamdulillaah… ya Rob. Akhirnya setelah bertahun-tahun mereka tidak pernah mau sholat di masjid lain.

Akhirnya…

Sementara aku masih larut dalam suasana itu, tiba-tiba tubuhku terasa dingin. Dingin yg menusuk…

Lalu mataku seketika terbelalak, sadar, bangun terduduk sesenggukan di atas kasur.

Maa syaa Allah… It was soo real. Terasa sangat nyata. Sesenggukanku berlanjut, sedikit kecewa, lalu berharap dalam hati semoga semua benar-benar nyata.

Di sampingku beberapa buku berserakan. Kuraih remot AC dan kulihat 23*C. “Mungkin ini yg membuatku kedinginan”, batinku.

Ya… dengan ukuran ruangan kamar kos yg tidak lebih dari 4×4 meter, semprotan AC dengan suhu segitu terasa sangat dingin bagiku.

Aku masih duduk mengingat-ingat bunga tidur tadi. Mengangkat kedua tangan lalu memanjatkan doa…

[Beberapa hari kemudian]

Aku mendapat kabar kalau semua akan pergi menjenguk nenek yg sedang sakit (Semoga Allah segera menyembuhkan beliau). Kami janjian akan silaturohim dan bertemu di sana.

Akhirnya aku bertemu dengan mereka yg kucintai. Ayah, Ibu dan adik-adikku yg cantik-cantik.

Suasana menjadi hangat dengan keramahan, senyuman, canda dan tawa obrolan khas keluarga.

Aku dan Ayah duduk di ruang tamu sementara yg lain dengan kesibukannya masing-masing.

Seperti biasa, kami ngobrol tentang hal-hal umum, tidak membahas perihal agama hingga beliau bertanya.

“Teman kamu yg dari Kalimantan yg pernah ke rumah itu, siapa namanya?”

“Ooo… Itu mas Yusuf, Yah…”

“ Dia adalah (mantan) muballigh Islam Jamaah tingkat daerah di Kalimantan, salah satu dari sekian banyak orang yg juga langsung menimba ilmu di Mekah-Madinah. Belajar dari ulama ahlussunnah di sana dan kemudian mengajarkannya kepada kami. Mendakwahkan tauhid yg berlepas dari dakwah kelompok, firqoh dan ashobiyyah yang terbuka, jelas dan tanpa rahasia, insyaa Allah. Darinya kami tahu kalau apa yang diajarkan ulama Islam Jamaah ternyata menyelisihi pemahaman salafussholeh dan ulama ahlussunnah. Bahkan menyelisihi masyaikh yang mereka akui sebagai guru mereka sendiri.

Banyak hal, ilmu, aqidah dan hukum dari nash Quran dan hadith shoheh yg baru kami ketahui dengan jelas dan terang benderang yg memaksa kami tertunduk malu, menyesal dan beristigfar mengingat kejahilan sewaktu masih terbelenggu doktrin Islam Jamaah dulu.“

Obrolan kami seputar agama berlanjut menjadi diskusi panjang lebar namun tetap hangat penuh hikmat.

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin…

Dari diskusi itu kutahu, beliau sangat menyayangi kami anak-anaknya. Beliau telah berlepas diri dari paham takfiri Islam Jamah dan beberapa doktrin-doktrin lainnya.

Alhamdulillaah yaa Robbii…

Semoga ini menjadi awal yg baik bagi akhir yg bahagia.

Semoga Engkau menunjukkan kami, keluarga kami dan semua saudara-saudara kami di sana pada jalan yg lurus, menyatukan hati kami dalam agama yg haq jauh dari subhat dan firqoh Islam Jamaah, aamiin…

~~~

Juli 2013, Sendiri dalam kamar kos yang dingin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *