Tour de’ Gadog, 3 Desember 2014

Bismillaah… Selepas sholat subuh, dzikir pagi, start gowes sekitar masjid Gadog menuju Gn Geulis…

Kirain akan gontai, gowes santai, ternyata nanjaknya dahsyat dan panjaaaaangg, akhirnya gobyos, gowes sambil ngyos-ngyossaan… Pengen menyerah sebenarnya, tapi malu ama anak-anak sekolah sepanjang jalan yg kadung terlihat kagum. Dengan semangat bulat dan tekad 45, eh… kebalik deng. Akhirnya ane berhasil mencapai puncak Gunung Geulis setelah -+ nanjak 2 kiloan. Sebetulnya belum benar2 puncaknya, karena jalanannya blm berakhir dan masih menanjak. Namun cukuplah utk melihat luasnya pemandangan indah ciptaan Allah.

RUmah mungil di atas bukit dengan background gunung Gede Pangrango

Jangan dikira selama 2km itu ane gowes terus seperti layaknya om Aziz Wibowo. Beberapa (maksudnya banyak) pitstop “terpaksa” ane singgahi demi menyambung nafas. Namun keringat dingin yg ngucur, terbayar setelah melihat sunrise (bukan minyak goreng ya) dan gunung pangrango yg disarungi awan (kata diselimuti sdh terlalu mainstrem).

Sunrise di kaki gunung Geulis

Akhirnya poto-potoan, lalu share ke group WA MAG. Tak lupa share ke istri sholehah Amalia Puspa Rani yg tercinta yg ridho “diduakan”, yg senantiasa mendoakan dan setia menunggu suaminya tercinta. Cieeee…   Capek jeprat jepret, akhirnya meluncur pulang menuruni bukit, berkelok-kelok, tanpa ngayuh. Kalo dari atas ke bawah, walopun lupa bawa ban, eh bawa pedal, ga masalah. Secara mirip rollercoaster tanpa naik.   Sebelum ke peraduan, singgah cuci muka di sungai Cibalok, tak lupa pepotoan lagi

Sungai Cibalok dengan air yang masih jernih mengalir…

Demikian reportase singkat dan tak jelas. Wassalam…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *