Balada Pengikut IJ

Balada Pengikut IJ

Mas muballigh dan mbak muballighot yang baik hati. Sungguh kami sangat senang dan bersimpati. Pada tutur kata yang menawan hati. Kau ajari kami shalat dan mengaji. Tak ada curiga sama sekali.

Setelah tiga bulan kami mengaji. Kau tawarkan kami tuk mengikat janji. Sumpah setia hingga mati. Pada seorang Amir yang sirri. Katamu itu perintah Ilahi. Yang diteruskan Rosululloh dengan penuh empati.

Tapi sungguh aku tak mengerti. Jika mengangkat Amir syariat yang pasti, kenapa ia harus sembunyi? Jika memberi baiat bukan hal nisbi, kenapa harus di saat sepi?

Sungguh kami bingung sendiri. Jika berbaiat pada amir rahasia adalah kunci surga, bagaimana mungkin kunci itu tersembunyi? Apakah surga milik sendiri?

Mas muballigh dan mbak muballighot. Engkau berdalih bahwa Rosululloh juga pernah dakwah rahasia. Sahabat pun pernah menyembunyikan keislamannya. Tapi yang kami tahu, hanya pada orang kafir mereka merahasiakannya. Dari orang musyrik yang mengancam jiwa. Lalu kenapa Amir dan baiat kami harus dirahasiakan dari muslimin lainnya? Apakah mereka semua kafir seperti musyrikin jaman Nabi kita?

Awalnya pengajian di IJ katanya gratis diadakan. Namun saat baiat kami berikan, engkau bilang 10% penghasilan wajib diserahkan. Karena itulah tanda bukti sambung jamaah pada sang Amir. Tanpanya status jamaah kami bisa berakhir. Surga kami pun terancam dianulir.

Katamu semua dosa harus ditobati. Biar bersih jiwa dan hati. Secarik kertas bertulis “Surat Pengakuan Taubat” kau beri. Lalu kau minta kami menulis semua dosa yang telah terjadi. Yang ketahuan maupun yang tersembunyi. Suratnya kau minta masukkan ke dalam amplop putih. Beberapa lembar rupiah pun kau minta menyertai. Berharap diri kami kembali suci.

Sungguh kami risih. Karena ini mirip pengakuan dosa nasrani. Tapi kau tetap berkeras hati, mengatakan ini sudah diijtihadi. Oleh Amir rahasia yang telah kami baiati.

Mas muballigh dan mbak muballighot. Katamu Rosululloh telah menjelaskan. Bahwa kejujuran menunjukkan kebenaran. Sedangkan dusta dan kebohongan menunjukkan kesesatan.

Namun saat berkenaan tentang Amir, baiat, surat taubat dan setoran 10%, malah engkau menyuruh kami merahasiakan, walau dengan bohong dan dusta pada muslimin? Sungguh engkau membuat kami bingung akan arti kejujuran.

Kami akan terus mencari. Ilmu agama yang hakiki. Mungkin saat ini kami masih tetap di sini. Hingga nanti. Saat Allah memberikan keyakinan dan kekuatan hati. Kami kan menyusul saudara-saudara kami. Yang telah bebas dari doktrinisasi, mengikuti pemahaman para salafussholih.
~~~

Saudara dan kerabatku…
Apakah kalian benar-benar yakin jika ajaran dan doktrin-doktrin IJ seperti beberapa contoh di atas murni syariat dari Rosululloh?
Pikirkanlah…

*muballigh dan muballighot adalah panggilan bagi ustadz dan ustadzah IJ.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *