TAR PM: Survival (3)

Pernah kebayang kita tersesat di tengah hutan sendirian tanpa tahu arah? Saat makanan dan minuman habis, lalu rasa lapar menyerang dan haus kian mencekik, apa yang harus kita lakukan? Tentunya kita tak menginginkan hal itu menimpa kita, tapi sungguh elok jika kita selalu mempersiapkan diri menghadapi segala keadaan.

Nah, materi ketiga pada kegiatan Tarbiyah Alam Rimba yang Diadakan Petualang Muslim Ahad lalu (6 Desember 2015) membahas tentang hal ini. Menjelaskan bagaimana menjadi survivor. Bagaimana bisa bertahan hidup dalam kondisi darurat dengan perlengkapan seadanya.

Materi survival ini dibawakan oleh Asep Sherpa dari Wanadri, relawan kemanusiaan yang sudah melanglang buana. Segundang pengalaman ngebolang keluar masuk hutan menjadikannya dipercaya menjadi konsultan untuk semua acara Jejak Petualang seri Survival yang disiarkan oleh Trans7. He is the man behind the scene…

Asep Rachmat Sofyan

Berikut ini beberapa ilmu yang disampaikan dan sempat saya tangkap.

  • Survival berasal dari kata ‘survive’ yang berarti bertahan hidup. Survival sendiri adalah kemampuan seseorang untuk bertahan hidup dalam suatu kondisi atau keadaan. Orangnya sendiri disebut survivor. Nah, jika anda masih jomblo dan tahan dibully karena belum nikah, berarti anda termasuk seorang survivor.
    survival
  • Penyebab keadaan survival di antaranya:
    • Tersesat
    • Kehabisan Makanan
    • Kehabisan Minuman
    • Terjadi Kecelakaan
  • Sumber bahaya dalam keadaan survival  dibagi menjadi tiga:
    • Dari diri sendiri (subjective danger)
      Contohnya berupa kelalalian tidak membawa peta, membawa alat yang salah, tidak tahu cara menggunakannya dan lain-lain.
    • Dari lingkungan (objective danger)
      Contohnya berupa badai, banjir, panas, anging kencang, dan lain-lain
      belajar dari kesalahan
  • Hal-hal yang akan dialami oleh seorang survivor antara lain:
    • Psikologi: Takut, cemas, bingung, tertekan, bosan.
    • Fisiologis: Sakit, lapar, haus, luka, lelah dan lainnya.
    • Lingkungan: Cuaca panas, dinging, kering, hujan, angin, vegetasi, fauna, dan lain-lain.
      survival2
  • Modal dasar survival:
    • Semangat mempertahankan hidup.
      Ini adalah modal dasar yang lahir dari diri survivor. Ia memiliki semangat hidup dan menyingkirkan kata menyerah.
    • Kesiapan diri berupa pengetahuan dan keterampilan.
      Orang yang bodoh jauh berbeda dengan orang yang berilmu. Pun orang yang tidak terlatih berbeda dari orang yang terampil.
    • Alat pendukung berupa survival kit, pisau lipat, golok, pemantik api, dan lain-lain.
      Gunakan sebaik mungkin perlengkapan peralatan yang ada dengan efisien dan efektif.
  • Apakah yang harus dilakukan saat menjumpai kondisi survival?
    • S: Sadarilah Situasi
    • U: Untung malang tergantung ketenanganmu
    • R: Rasa takut dan panik harus dikuasai
    • V: Viva atau hidup hargailah dia
    • I: Ingatlah dimana kau berada
    • V: Vakum atau kekosongan isilah segera
    • A: Adat istiadat setempat harus ditiru
    • L: Latihlah dirimu dan belajarlah
      Survival Stands For
  • Langkah yang harus diambil saat menjumpai kondisi survival dijelaskan dalam akronim S-T-O-P.
    • S: Stop!
      Hentikan semua yang sedang dilakukan lalu pelajari situasi yang sedang terjadi
    • T: Think!
      Pikirkan dan gali segala informasi yang dapat membantu. Kenapa hal ini terjadi? Apakah ada teman yang dapat membantu? Apakah ada orang di sekeliling? Apa yang harus dilakukan?
    • O: Observe!
      Amati dan pelajari lokasi sekeliling. Lingkungannya, cuaca, waktu, tempat berteduh, binatang, tumbuhan dan lain-lain.
    • P: Plan
      Dari hasil mempelajari situasi dan pengamatan sekeliling buatlah rencana apa yang harus dilakukan
  • Lima kebutuhan seorang survivor
    • Shelter tempat berteduh atau menginap. Cari tempat yang baik dan pas untuk membuat bivak. Bivak bisa dibuat dari peralatan atau bahan-bahan di sekitar kita.
      Bivak Ponco
    • Perapian. Buatlah perapian dengan menggunakan bahan-bahan di sekeliling. Jika tidak mempunyai pemantik, bisa dengan cara tradisional menggosok kayu atau bambu hingga menimbulkan bara dan api.
      Membuat api dari kayuBuat api dari kayu
    • Air. Lihatlah di sekeliling apakah ada sumber air. Jika tak menemukan sungai bisa memanfaatkan tanaman penyimpan air seperti pohon bambu, rotan, bonggol pisang, dan lain-lain.
      survival water
    • Makanan. Bahan makanan bisa dari tumbuhan ataupun binatang dengan tetap mengutamakan yang halal dan baik. Di hutan sangat banyak jenis tumbuh-tumbuhan yang bisa dimakan untuk menambal lapar.
      Cantigi

      Cantigi

      bluberry

      Murbai

      Begonia

      Begonia

    • Sinyal. Buatlah tanda isyarat untuk menarik perhatian. Bisa dengan meniup peluit, menggunakan senter, kaca, api, asap, pukulan atau patahan dahan.
      signal Sinyal kaca

 

Demikian sedikit poin-poin yang mampu saya catat.

Mewakili peserta TAR 1 PM, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada kang Aulia selaku ketua PM, kang Usman selaku shohibul bait dan semua panitia yang telah berlelah-lelah mensukseskan acara ini. Semoga ilmu yang kami dapatkan bisa menjadi jariyah kalian, aamiin…

Classroom-training kedua insyaAllah akan dilaksanakan Ahad depan, 13 Desember 2015.

PM Siap!!!

Muslim Survive

Jabat erat,

3 thoughts on “TAR PM: Survival (3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *